Ekstrakulikuler pramuka disekolah saya diadakan setiap sabtu. Dimana dewan ambalan yang bertugas sebagai pengarah dan pembimbing kami dalam memberikan materi tentang pramuka. Tiap keputusan atau kebijakan kegiatan diatur oleh dewan ambalan tersebut. Pada akhhir bulan juga diadakan game yang mengajarkan kita untuk kompak dalam tiap kelompok. Selain itu ada juga kegiatan persami atau perkemahan sabtu minggu. Pada persami tersebut saya diajarkan untuk mandiri, mencintai alam, dan kekompakan dalam kelompok. Malam harinya diadakan api unggun dimana semua anggota bersuka cita. Itulah pengalaman saya selama mengikuti pramuka.
PENGALAMAN BERORGANISASI
Posted in
20 Apr 2014
Pramuka merupakan salah satu bentuk organisasi yang sudah tidak asing lagi dengar. Pada waktu masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), saya memilih pramuka sebagai ekstrakulikuler yang ada disekolah. Saya tertarik mengikuti pramuka karena pramuka tidak hanya mengajarkan tentang tali temali, morse, dan sebagainya. Tetapi juga mengajarkan kita untuk percaya diri, mandiri, dan belajar untuk menjadi pemimpin. Karna saya sudah SMA saya termasuk Pramuka Penegak. Dalam organisasi ini saya hanya sebagai anggotanya saja. Satuan terkecil pramuka penegak yang beranggotakan 6-8 penegak disebut sangga. Sangga dipimpin oleh seorang penegak yang disebut pimpinan sangga (pinsa). Beberapa sangga dihimpun dalam sebuah ambalan yang dipimpin oleh pradana. Dalam pramuka penegak ada beberapa tingkatan yaitu penegak bantara dan penegak laksana yang merupakan tingkatan tertinggi dalam golongan penegak.
SEJARAH STATISTIKA
Posted in
19 Apr 2014
Istilah statistika sudah sangat tua.
Statistika bermula sebagai suatu cara berhitung untuk membantu pemerintah yang
ingin mengetahui kekayaan dan banyaknya warganya dalam usaha menarik pajak atau
pun berperang. William si penakluk memerintahkan diadakannya survey di seluruh
Inggris untuk tujuan pajak dan tugas kemiliteran. Hasil Survey ini dikumpulkan
dalam sebuah kumpulan yang disebut Domesday Book.
Beberapa abad setelah Domesday Book,
ditemukan suatu penerapan peluang empirik dalam asuransi perkapalan, yang
tampaknya sudah tersedia bagi kapal-kapal bangsa Flem pada abad ke-14.
Perjudian, dalam bentuk permainan, telah mengantarkan kita ke teori peluang.
Teori ini pertama kali dikembangkan oleh Pascal dan Fermat sekitar abad ke-17,
karena mereka tertarik pada pengalaman-pengalaman judi Chevalier de Mere.
Kurva normal telah terbukti sangat penting
dalam pengembangan statistika. Persamaan kurva ini pertama kali diumumkan pada
tahun 1733 oleh de Moivre. De Moivre sama sekali tidak tahu bagaimana
menerapkan penemuannya tersebut pada data hasil percobaan, dan karyanya ini
tetap tidak diketahui sampai Karl Pearson menemukannya di suatu perpustakaan
pada tahun 1924. Walaupun demikian, hasil yang sama dikembangkan kemudian oleh
dua astronom matematik, Laplace, 1749-1855 dan Gauss, 1777-1855, secara
terpisah.
Pada abad ke-19 Charles Lyell telah
mengajukan suatu argumentasi yang pada dasarnya bersifat statistik terhadap
suatu masalah geologi. Dalam periode 1830-1833, diterbitkan 3 jilid Principles
of Geology karya Lyell, yang mengurutkan batu-batuan zaman Tertier, serta
sekaligus memberi nama pada masing-masing batuan. Bersama dengan M.Deshayes,
seorang ahli biologi dari Prancis, mereka mengidentifikasikan dan mendaftarkan
spesies-spesies fosil yang terdapat dalam satu atau lebih strata, dan
meramalkan proporsi jenis-jenis yang masih hidup di bagian-bagian laut
tertebtu. Berdasarkan proporsi-proporsi tersebut mereka memberi nama
Pleistosen, Pliosen, Miosen, dan Eosen. Argumentasi Lyell sesungguhnya bersifat
statistika. Sayangnya setelah ditetapkan dan diterimanya nama-nama tersebut,
metodenya segera dilupakan orang. Hal ini terjadi baik di bidang ilmu-ilmu
biologi maupun fisika.
Pada abad ke-19 pula, perlunya landasan
yang lebih kokoh bagi statistika menjadi semakin jelas. Karl Pearson, seorang
ahli fisika matematik, menerapkan matematika pada biologi. Pearson melewatkan
hampir setengah abad dalam penelitian statistika yang serius. Di samping itu,
ia juga mendirikan jurnal Biometrika dan sebuah aliran statistika. Dengan
demikian kajian statistika memperoleh dorongan besar.
Sementara Pearson hanya memperhatikan
contoh besar (large samples), teori sampel besar yang dikembangkan ternyata
tidak memuaskan peneliti yang selalu berhubungan dengan sampel kecil (small
samples). Di antara mereka adalah W.S. Gosset, 1876-1937, murid Karl Pearson.
Namun kemampuan matematika Gosset belum memadai untuk mendapatkan
sebaran-sebaran pasti dari simpangan baku sampel, rasio antara rata-rata sampel
dengan simpangan baku sampel, dan koefisien korelasi; statistik-statistik yang
paling banyak diperhatikannya. Akibatnya, ia terpaksa mendasarkan pada kartu;
mengocok, mengambil, dan kemudian membuat sebaran frekuensi empiriknya. Makalah
yang membuat hasil penelitiannya ini muncul dalam Biometrika pada tahun 1908,
dan ia menggunakan nama student. Sekarang ini sebaran t-Student merupakan alat
dasar bagi statistikawan dan peneliti; dan me-student-kan merupakan istilah
yang lazim dalam statistika. Kini penggunaan sebaran t-Student begitu meluas,
dan menarik untuk diperhatikan bahwa seorang astronom Jerman, Helmert, telah
mendapatkannya secara matematika jauh sebelumnya, yaitu pada tahun 1875.
R.A. Fisher, 1890-1962, yang dipengaruhi
oleh Karl Pearson dan Student, memberikan sumbangan yang sangat banyak dan
penting bagi statistika. Ia dan murid-muridnya memberikan dorongan yang besar
bagi penggunaan prosedur-prosedur statistika dalam banyak bidang, terutama
dalam bidang-bidang pertanian, biologi, dan genetika.
J.Neyman (1895) dan E.S.Pearson (1895),
mengemukakan teori pengujian hipotesis pada tahun 1936 dan 1938. Teori ini
meransang sejumlah besar penelitian dan banyak hasilnya mempunyai kegunaan
praktis.
Pada tahun 1902-1950, Abraham Wald menulis
dua buku yang sangat bermanfaat hingga saat ini, yakni ‘Sequential Analysis’
dan ‘Statistical Decision Functions’. Dalam abad inilah (hingga saat ini)
hampir semua metode statistika yang kini digunakan itu dikembangkan.
STATISTIK
Posted in
PENGERTIAN STATISTIK
Secara etimologis kata “statistik” berasal dari kata status (bahasa latin) yang mempunyai persamaan arti dengan katastate (bahasa Inggris) atau kata staat (bahasa Belanda), dan yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadinegara. Pada mulanya, kata “statistik” diartika sebagai “kumpulan bahan keterangan (data), baik yang berwujud angka (data kuantitatif) maupun yang tidak berwujud angka (data kualitatif), yang mempunyai arti penting dan kegunaan yang besar bagi suatu negara.
Namun, pada perkembangan selanjutnya, arti kata statistik hanya dibatasi pada “kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka (data kuantitatif)” saja; bahan keterangan yang tidak berwujud angka (data kualitatif) tidak lagi disebut statistik.
Secara etimologis kata “statistik” berasal dari kata status (bahasa latin) yang mempunyai persamaan arti dengan katastate (bahasa Inggris) atau kata staat (bahasa Belanda), dan yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadinegara. Pada mulanya, kata “statistik” diartika sebagai “kumpulan bahan keterangan (data), baik yang berwujud angka (data kuantitatif) maupun yang tidak berwujud angka (data kualitatif), yang mempunyai arti penting dan kegunaan yang besar bagi suatu negara.
Namun, pada perkembangan selanjutnya, arti kata statistik hanya dibatasi pada “kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka (data kuantitatif)” saja; bahan keterangan yang tidak berwujud angka (data kualitatif) tidak lagi disebut statistik.
PERBEDAAN STATISTIK DAN STATISTIKA
- Definisi Statistik
Statistik adalah kumpulan data yang bisa memberikan gambaran
tentang suatu keadaan.
- Definisi Statistika
Statistika adalah ilmu yang mempelajari statistik, yaitu
ilmu yang mempelajari bagaimana caranya mengumpulkan data, mengolah data,
menyajikan data, menganalisis data, membuat kesimpulan dari hasil analisis data
dan mengambil keputusan berdasarkan hasil kesimpulan.
Ada dua macam statistika, yaitu statistika deskriptif dan statistika inferensial.
Statistika deskriptif berkenaan dengan deskripsi data, misalnya dari menghitung
rata-rata dan varians dari data mentah; mendeksripsikan menggunakan tabel-tabel
atau grafik sehingga data mentah lebih mudah “dibaca” dan lebih bermakna.
Sedangkan statistika inferensial lebih dari itu, misalnya melakukan pengujian hipotesis,
melakukan prediksi observasi masa
depan, atau membuat model regresi.
- Statistika deskriptif berkenaan dengan bagaimana data dapat digambarkan dideskripsikan) atau disimpulkan, baik secara numerik (misalnya menghitung rata-rata dan deviasi standar) atau secara grafis (dalam bentuk tabel atau grafik), untuk mendapatkan gambaran sekilas mengenai data tersebut, sehingga lebih mudah dibaca dan bermakna.
- Statistika inferensial berkenaan dengan permodelan data dan melakukan pengambilan keputusan berdasarkan analisis data, misalnya melakukan pengujian hipotesis, melakukan estimasi pengamatan masa mendatang (estimasi atau prediksi), membuat permodelan hubungan (korelasi, regresi, ANOVA, deret waktu), dan sebagainya.
Metode Statistika
Terdapat dua jenis utama penelitian: eksperimen dan survei. Keduanya sama-sama mendalami pengaruh perubahan pada peubah penjelas dan perilaku peubah respon akibat perubahan itu. Beda keduanya terletak pada bagaimana kajiannya dilakukan.
Suatu eksperimen melibatkan pengukuran terhadap sistem yang dikaji, memberi perlakuan terhadap sistem, dan kemudian melakukan pengukuran (lagi) dengan cara yang sama terhadap sistem yang telah diperlakukan untuk mengetahui apakah perlakuan mengubah nilai pengukuran. Bisa juga perlakuan diberikan secara simultan dan pengaruhnya diukur dalam waktu yang bersamaan pula. Metode statistika yang berkaitan dengan pelaksanaan suatu eksperimen dipelajari dalam rancangan percobaan (desain eksperimen).
Dalam survey, di sisi lain, tidak dilakukan manipulasi terhadap sistem yang dikaji. Data dikumpulkan dan hubungan (korelasi) antara berbagai peubah diselidiki untuk memberi gambaran terhadap objek penelitian. Teknik-teknik survai dipelajari dalam metode survei.
Penelitian tipe eksperimen banyak dilakukan pada ilmu-ilmu rekayasa, misalnya teknik, ilmu pangan, agronomi, farmasi, pemasaran(marketing), dan psikologi eksperimen.
Penelitian tipe observasi paling sering dilakukan di bidang ilmu-ilmu sosial atau berkaitan dengan perilaku sehari-hari, misalnya ekonomi, psikologi dan pedagogi, kedokteran masyarakat, dan industri.
KOMUNIKASI
Posted in
4 Apr 2014
A. PENGERTIAN DAN ARTI PENTING KOMUNIKASI
Komunikasi adalah proses dimana orang yang bekerja dalam organisasi saling mentransmisikan informasi dan menginterpretasikan artinya. Yang penting komunikasi dalam organisasi diperolehnya komunikasi yang efisien dan efektif. Komunikasi yang efektif terjadi bila artian yang dimaksudkan oleh pengirim berita dan artian yang ditangkap oleh penerima berita itu sama dan satu. Sedangkan komunikasi yang efisien terjadi bila biayanya minimum berdasar sumber daya yang dimanfaatkan.
Komunikasi yang efektif sangat penting bagi manajer, karena sebagai proses dimana fungsi manajemen seperti fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian, fungsi kepemimpinan, fungsi pengendalian dapat dicapai. Komunikasi biasanya sering terganggu hal ini dikarenakan masalah sematik/arti kata, tak adanya umpan balik, saluran komunikasi, gangguan fisik, perbedaan budaya dan status.
Komunikasi adalah proses dimana orang yang bekerja dalam organisasi saling mentransmisikan informasi dan menginterpretasikan artinya. Yang penting komunikasi dalam organisasi diperolehnya komunikasi yang efisien dan efektif. Komunikasi yang efektif terjadi bila artian yang dimaksudkan oleh pengirim berita dan artian yang ditangkap oleh penerima berita itu sama dan satu. Sedangkan komunikasi yang efisien terjadi bila biayanya minimum berdasar sumber daya yang dimanfaatkan.
Komunikasi yang efektif sangat penting bagi manajer, karena sebagai proses dimana fungsi manajemen seperti fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian, fungsi kepemimpinan, fungsi pengendalian dapat dicapai. Komunikasi biasanya sering terganggu hal ini dikarenakan masalah sematik/arti kata, tak adanya umpan balik, saluran komunikasi, gangguan fisik, perbedaan budaya dan status.
Beberapa arti penting dalam komunikasi :
- Komunikasi mendatangkan efektifitas yang lebih besar.
- Komunikasi menempatkan orang-orang pada tempat yang seharusnya.
- Komunikasi membawa orang-orang untuk terlibat dalam organisasi dan meningkatan motivasi untuk melibatkan kinerja yang baik, dan meningkatkan komitmen terhadap organisasi.
- Komunikasi menghasilkan hubungan dan pengertian yang lebih baik antara bawahan, kolega, dan orang-orang di dalam organisasi dan di luar organisasi.
- Komunikasi menolong orang-orang untuk mengerti perlunya perubahan.
- Komunikasi meminimalkan permasalahan-permasalahan di dalam keorganisasian seperti konflik, stress, demotifasi dan loyalitas.
B. JENIS DAN PROSES KOMUNIKASI
- Jenis-jenis komunikasi
1. Komunikasi Lisan
- Komunikasi lisan secara langsung adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang saling bertatap muka secara langsung dan tidak ada jarak atau peralatan yang membatasi mereka. Lisan ini terjadi pada saat dua orang atau lebih saling berbicara/berdialog pada saat wawancara, rapat, dan berpidato.
- Komunikasi lisan yang tidak langsung adalah komunikasi yang dilakukan dengan perantara alat seperti handphone, telepon, VoIP, dan lain sebagainya karena adanya jarak dengan si pembicara dan lawan bicara.
2. Komunikasi tulisan
Komunikasi tulisan adalah komunikasi yang dilakukan dengan perantaraan tulisan tanpa adanya pembicaraan secara langsung dengan menggunakan bahasa yang singkat, jelas, dan dapat dimengerti oleh penerima. Komunikasi tulisan dapat juga berupa surat menyurat , sms dan sebagainya.
Komunikasi tulisan juga dapat melalui naskah-naskah yang menyampaikan informasi untuk masyarakat umum dengan isi naskah yang kompleks dan lengkap seperti surat kabar, majalah, buku-buku dan foto pun juga dapat menyampaikan komunikasi secara lisan namun tanpa kata-kata. Begitu pula dengan spanduk, iklan, dan lain sebagainya.
D. IMPLIKASI MANAJERIAL
Implikasi dapat merujuk kepada:
Dalam manajemen:
Dalam logika:
Dalam linguistik:
Kegunaan lain:
Komunikasi tulisan adalah komunikasi yang dilakukan dengan perantaraan tulisan tanpa adanya pembicaraan secara langsung dengan menggunakan bahasa yang singkat, jelas, dan dapat dimengerti oleh penerima. Komunikasi tulisan dapat juga berupa surat menyurat , sms dan sebagainya.
Komunikasi tulisan juga dapat melalui naskah-naskah yang menyampaikan informasi untuk masyarakat umum dengan isi naskah yang kompleks dan lengkap seperti surat kabar, majalah, buku-buku dan foto pun juga dapat menyampaikan komunikasi secara lisan namun tanpa kata-kata. Begitu pula dengan spanduk, iklan, dan lain sebagainya.
- Tahapan proses komunikasi
- Penginterprestasian, hal yang diinterprestasikan adalah motif komunikasi, terjadi dalam diri komunikator. Artinya, proses komunikasi tahap pertama bermula sejak motif komunikasi muncul hingga akal budi komunikator berhasil menginterpretasikan apa yang ia pikir dan rasakan ke dalam pesan (masih abstrak). Proses penerjemahan motif komunikasi ke dalam pesan disebut interpreting.
- Penyandian, pada tahap ini masih ada dalam komunikator dari pesan yang bersifat abstrak berhasil diwujudkan oleh akal budi manusia ke dalam lambang komunikasi. Tahap ini disebut encoding, akal budi manusia berfungsi sebagai encorder, alat penyandi: mengubah pesan abstrak menjadi konkret.
- Pengiriman, proses ini terjadi ketika komunikator melakukan tindakan komunikasi, mengirim lambang komunikasi dengan peralatan jasmaniah yang disebut transmitter, alat pengirim pesan.
- Perjalanan, pada tahapan ini terjadi antara komunikator dan komunikan, sejak pesan dikirim hingga pesan diterima oleh komunikan.
- Penerimaan, pada tahapan ini ditandai dengan diterimanya lambang komunikasi melalui peralatan jasmaniah komunikan.
- Penyandian Balik, pada tahap ini terjadi pada diri komunikan sejak lambang komunikasi diterima melalui peralatan yang berfungsi sebagai receiver hingga akal budinya berhasil menguraikannya (decoding).
- Penginterpretasian, pada tahap ini terjadi pada komunikan, sejak lambang komunikasi berhasil diurai kan dalam bentuk pesan.
C. KOMUNIKASI EFEKTIF
Komunikasi Efektif adalah saling bertukar informasi, ide, kepercayaan, perasaan dan sikap antara dua orang atau kelompok yang hasilnya sesuai dengan harapan.
Tujuan dan bentuk komunikasi efektif
Tujuannya adalah memberi kemudahan dalam memahami pesan yang diberikan.
Bentuk komunikasi efektif :
1. Komunikasi verbal efektif :
- Berlangsung secara timbal balik.
- Makna pesan ringkas dan jelas.
- Bahasa mudah dipahami.
- Cara penyampaian mudah diterima.
- Disampaikan secara tulus.
- Mempunyai tujuan yang jelas.
- Memperlihatkan norma yang berlaku.
- Disertai dengan humor.
2. Komunikasi non verbal :
Yang perlu di perhatikan dalam komunikasi non verbal adalah :
- Penampilan fisik
- Sikap tubuh dan cara berjalan
- Ekspresi wajah.
- Sentuhan
Unsur-unsur dalam membangun komunikasi efektif :
- Berhadapan.
- Mempertahankan kontak mata.
- Membungkuk ke arah klien.
- Mempertahankan sikap terbuka.
- Tetap relax.
Komunikasi Efektif adalah saling bertukar informasi, ide, kepercayaan, perasaan dan sikap antara dua orang atau kelompok yang hasilnya sesuai dengan harapan.
Tujuan dan bentuk komunikasi efektif
Tujuannya adalah memberi kemudahan dalam memahami pesan yang diberikan.
Bentuk komunikasi efektif :
1. Komunikasi verbal efektif :
- Berlangsung secara timbal balik.
- Makna pesan ringkas dan jelas.
- Bahasa mudah dipahami.
- Cara penyampaian mudah diterima.
- Disampaikan secara tulus.
- Mempunyai tujuan yang jelas.
- Memperlihatkan norma yang berlaku.
- Disertai dengan humor.
2. Komunikasi non verbal :
Yang perlu di perhatikan dalam komunikasi non verbal adalah :
- Penampilan fisik
- Sikap tubuh dan cara berjalan
- Ekspresi wajah.
- Sentuhan
Unsur-unsur dalam membangun komunikasi efektif :
- Berhadapan.
- Mempertahankan kontak mata.
- Membungkuk ke arah klien.
- Mempertahankan sikap terbuka.
- Tetap relax.
D. IMPLIKASI MANAJERIAL
Implikasi dapat merujuk kepada:
Dalam manajemen:
- Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan
- Implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan
Dalam logika:
- Implikasi logis dalam logika matematika
- kondisional Material dalam falsafah logika
Dalam linguistik:
- Implikasi (pragmatis)
- Entailmen (pragmatics)
Kegunaan lain:
- Dalam matematika, fungsi dapat merupakan implisit.
- Diagnosa medis (penyelidikan ilmiah), dalam ilmu kedokteran forensik, hipotesis penyebab adalah implikasi atau indikasi alasan pada kondisi yang dapat ditemukan yang dapat memberikan penyebab.
KEPEMIMPINAN
Posted in
12 Jan 2014
Pengertian Kepemimpinan :
Tipe-tipe Kepemimpinan :
- Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
- Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
- Moejiono (2002) memandang bahwa kepemimpinan tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang kepemimpinan sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin (Moejiono, 2002).
Tipe-tipe Kepemimpinan :
- Tipe Kepemimpinan Karismatis, Tipe kepemimpinan karismatis memiliki kekuatan energi, daya tarik dan pembawaan yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain, sehingga ia mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pengawal-pengawal yang bisa dipercaya. Kepemimpinan kharismatik dianggap memiliki kekuatan ghaib (supernatural power) dan kemampuan-kemampuan yang superhuman, yang diperolehnya sebagai karunia Yang Maha Kuasa. Kepemimpinan yang kharismatik memiliki inspirasi, keberanian, dan berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri. Totalitas kepemimpinan kharismatik memancarkan pengaruh dan daya tarik yang amat besar.
- Tipe Kepemimpinan Paternalistis/Maternalistik, kepemimpinan paternalistik lebih diidentikkan dengan kepemimpinan yang kebapakan dengan contoh sifat mereka menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak/belum dewasa, atau anak sendiri yang perlu dikembangkan. Sedangkan tipe kepemimpinan maternalistik tidak jauh beda dengan tipe kepemimpinan paternalistik, yang membedakan adalah dalam kepemimpinan maternalistik terdapat sikap over-protective atau terlalu melindungi yang sangat menonjol disertai kasih sayang yang berlebih-lebihan.
- Tipe Kepemiminan Militeristik, Tipe kepemimpinan militeristik ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter. Adapun sifat-sifat dari tipe kepemimpinan militeristik lebih banyak menggunakan sistem perintah/komando, keras dan sangat otoriter, kaku dan seringkali kurang bijaksana, menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan, sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara ritual dan tanda-tanda kebesaran yang berlebihan, menuntut adanya disiplin yang keras dan kaku dari bawahannya, tidak menghendaki saran, usul, sugesti, dan kritikan-kritikan dari bawahannya, komunikasi hanya berlangsung searah.
- Tipe Kepemimpinan Otokratis (Outhoritative, Dominator), kepemimpinan otokratis memiliki ciri-ciri antara lain: mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan mutlak yang harus dipatuhi, pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal, berambisi untuk merajai situasi, setiap perintah dan kebijakan selalu ditetapkan sendiri, bawahan tidak pernah diberi informasi yang mendetail tentang rencana dan tindakan yang akan dilakukan, semua pujian dan kritik terhadap segenap anak buah diberikan atas pertimbangan pribadi, adanya sikap eksklusivisme, selalu ingin berkuasa secara absolut, sikap dan prinsipnya sangat konservatif, kuno, ketat dan kaku, pemimpin ini akan bersikap baik pada bawahan apabila mereka patuh.
- Tipe Kepemimpinan Laissez Faire, Pada tipe kepemimpinan ini praktis
pemimpin tidak memimpin, dia membiarkan kelompoknya dan setiap orang berbuat
semaunya sendiri. Pemimpin tidak berpartisipasi sedikit pun dalam kegiatan
kelompoknya. Semua pekerjaan dan tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahannya
sendiri. Pemimpin hanya berfungsi sebagai simbol, tidak memiliki keterampilan
teknis, tidak mempunyai wibawa, tidak bisa mengontrol anak buah, tidak mampu
melaksanakan koordinasi kerja, tidak mampu menciptakan suasana kerja yang
kooperatif. Kedudukan sebagai pemimpin biasanya diperoleh dengan cara
penyogokan, suapan atau karena sistem nepotisme. Oleh karena itu organisasi
yang dipimpinnya biasanya morat marit dan kacau balau.
- Tipe Kepemimpinan Populistis, Kepemimpinan populis berpegang teguh pada
nilai-nilai masyarakat yang tradisonal, tidak mempercayai dukungan kekuatan
serta bantuan hutang luar negeri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan
penghidupan kembali sikap nasionalisme.
- Tipe Kepemimpinan Administratif/Eksekutif, Kepemimpinan tipe administratif ialah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpinnya biasanya terdiri dari teknokrat-teknokrat dan administratur-administratur yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. Oleh karena itu dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien dalam pemerintahan. Pada tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya perkembangan teknis yaitu teknologi, indutri, manajemen modern dan perkembangan sosial ditengah masyarakat.
- Tipe Kepemimpinan Demokratis, Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan pada semua bawahan, dengan penekanan pada rasa tanggung jawab internal (pada diri sendiri) dan kerjasama yang baik. kekuatan kepemimpinan demokratis tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok. Kepemimpinan demokratis menghargai potensi setiap individu, mau mendengarkan nasehat dan sugesti bawahan. Bersedia mengakui keahlian para spesialis dengan bidangnya masing-masing. Mampu memanfaatkan kapasitas setiap anggota seefektif mungkin pada saat-saat dan kondisi yang tepat.
Teori-teori Kepemimpinan :
- Teori orang-orang terkemuka, Bernard, Bingham, Tead dan Kilbourne
menerangkan kepemimpinan berkenaan dengan sifat-sifat dasar kepribadian dan
karakter.
- Teori Lingkungan, Mumtord, menyatakan bahwa pemimpin muncul oleh kemampuan dan keterampilan yang memungkinkan dia memecahkan masalah sosial dalam keadaan tertekan, perubahan dan adaptasi. Sedangkan Murphy, menyatakan kepemimpinan tidak terletak dalam dari individu melainkan merupakan fungsi dari suatu peristiwa.
- Teori personal situasional, Case (1933) menyatakan bahwa
kepemimpinan dihasilkan dari rangkaian tiga faktor, yaitu sifat kepribadian
pemimpin, sifat dasar kelompok dan anggotanya serta peristiwa yang diharapkan
kepada kelompok.
- Teori interaksi harapan, Homan (1950) menyatakan semakin tinggi
kedudukan individu dalam kelompok maka aktivitasnya semakin meluas dan semakin
banyak anggota kelompok yang berhasil diajak berinteraksi.
- Teori humanistik, Likert (1961) menyatakan bahwa
kepemimpinan merupakan proses yang saling berhubungan dimana seseorang pemimpin
harus memperhitungkan harapan-harapan, nilai-nilai dan keterampilan individual
dari mereka yang terlibat dalam interaksi yang berlangsung.
- Teori pertukaran, Blau (1964) menyatakan pengangkatan seseorang anggota untuk menempati status yang cukup tinggi merupakan manfaat yang besar bagi dirinya. Pemimpin cenderung akan kehilangan kekuasaaanya bila para anggota tidak lagi sepenuh hati melaksanakan segala kewajibannya.
DINAMIKA KONFLIK DALAM ORGANISASI
Posted in
11 Jan 2014
KASUS : RUMAH SAKIT KOLOMBO
Bapak Subaki, seorang Direktur Utama Rumah Sakit Kolombo mengadakan rapat dengan administrator Rumah Sakit, Asmuni. Tujuan rapat untuk mencari penyelesaian masalah konflik wewenang Rianto sebagai supervisor dengan Dr. Hastomo sebagai Kepala Bagian Operasi.
Masalah yang dipersoalkan adalah dimana Rianto membuat skedul dengan suatu pedoman bahwa waktu menganggur ruang pengoperasian harus diminimumkan, sehingga para ahli bedah mengeluh skedul pelaksanaan operasi tidak memumgkinkan mereka mempunyai cukup waktu dalam menyelesaikan prosedur pembedahan. Selain itu Rianto menunjukkan pilih kasih dalam schedulingnya yang mengizinkan beberapa dokter menggunakan ruang operasi lebih lama daripada yang lain.
Situasi mencapai kritis ketika Dr. Hastomo memecat Rianto. Namun Rianto mengajukan banding kepada pihak administrator, yang sebaliknya memberikan informasi kepada Dr. Hastomo bahwa pemecatan perawat adalah hak administratif, sedangkan Dr. Hastomo menegaskan bahwa dia mempunyai wewenang terhadap segala masalah yang mempengaruhi praktik medis dan perawatan pasien secara baik.
Setelah pertemuan itu Dr.Hastomo dan Asmuni meminta Dr. Subaki memperjelas garis-garis wewenang dalam Rumah Sakit Kolombo.
Pertanyaan Kasus :
Bapak Subaki, seorang Direktur Utama Rumah Sakit Kolombo mengadakan rapat dengan administrator Rumah Sakit, Asmuni. Tujuan rapat untuk mencari penyelesaian masalah konflik wewenang Rianto sebagai supervisor dengan Dr. Hastomo sebagai Kepala Bagian Operasi.
Masalah yang dipersoalkan adalah dimana Rianto membuat skedul dengan suatu pedoman bahwa waktu menganggur ruang pengoperasian harus diminimumkan, sehingga para ahli bedah mengeluh skedul pelaksanaan operasi tidak memumgkinkan mereka mempunyai cukup waktu dalam menyelesaikan prosedur pembedahan. Selain itu Rianto menunjukkan pilih kasih dalam schedulingnya yang mengizinkan beberapa dokter menggunakan ruang operasi lebih lama daripada yang lain.
Situasi mencapai kritis ketika Dr. Hastomo memecat Rianto. Namun Rianto mengajukan banding kepada pihak administrator, yang sebaliknya memberikan informasi kepada Dr. Hastomo bahwa pemecatan perawat adalah hak administratif, sedangkan Dr. Hastomo menegaskan bahwa dia mempunyai wewenang terhadap segala masalah yang mempengaruhi praktik medis dan perawatan pasien secara baik.
Setelah pertemuan itu Dr.Hastomo dan Asmuni meminta Dr. Subaki memperjelas garis-garis wewenang dalam Rumah Sakit Kolombo.
Pertanyaan Kasus :
- Mengapa saudara berpendapat bahwa konflik telah berkembang di Rumah Sakit Kolombo ? Karena terjadi situasi dimana tujuan-tujuan menjadi tidak sesuai dan perbedaan persepsi.
- Apakah penetapan garis-garis wewenang secara jelas akan memecahkan semua masalah-masalah yang digambarkan dalam kasus? Mengapa atau mengapa tidak ? Iya penetapan garis wewenang secara jelas akan memecahkan masalah karena dengan adanya kejelasan wewenang mereka menjadi tahu hak/wewenang masing-masing tanpa perlu mencampuri hak/wewenang orang lain.
- Apa yang harus dilakukan Bapak Subaki ? yang harus dilakukan Dr. Subaki adalah mengadakan rapat anggota untuk mengevaluasi jabatan dengan pembenahan fungsi, kekuasaan, tanggung jawab serta pelaporan masing-masing anggota sehingga tercapai atau tergalangnya persatuan dan kesatuan para anggota.
PENDIDIKAN
Posted in
30 Nov 2013
Pendidikan mempunyai tugas yang sangat penting dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas untuk pembangunan. Pembangunan selalu diupayakan dengan perkembangan zaman . Walaupun pembangunan fisiknya baik tetapi apa gunanya bila moral terpuruk.
Tetapi bagaimana kita mau mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas , pendidikan di Indonesia makin rumit, kurangnya pengajar yang profesional, dan biaya pendidikan yang mahal. Program yang dibuatkan pemerintah wajib belajar 9 tahun saja tidak jalan , buktinya bisa kita lihat anak-anak yang mengamen dan minta-minta , selain itu didaerah pinggiran juga banyak anak yang tidak bisa membaca dan menulis.
Pemerintah harus melihat hal itu apa gunanya membuat program tapi tidak dijalankan, gimana mau maju suatu negara apabila penduduknya masih buta huruf . Dengan program nya dijalankan atau mengubah wajib belajar minimal SMA , memiliki staf pelajar yang profesional, memberikan dan mempublikasikan sekolah gratis ,mengajak dan menyadarkan betapa pentingnya pendidikan tidak berkemungkinan indonesia akan menjadi lebih baik . Oleh karna itu pendidikan sangat penting dalam pembangunan.
Tetapi bagaimana kita mau mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas , pendidikan di Indonesia makin rumit, kurangnya pengajar yang profesional, dan biaya pendidikan yang mahal. Program yang dibuatkan pemerintah wajib belajar 9 tahun saja tidak jalan , buktinya bisa kita lihat anak-anak yang mengamen dan minta-minta , selain itu didaerah pinggiran juga banyak anak yang tidak bisa membaca dan menulis.
Pemerintah harus melihat hal itu apa gunanya membuat program tapi tidak dijalankan, gimana mau maju suatu negara apabila penduduknya masih buta huruf . Dengan program nya dijalankan atau mengubah wajib belajar minimal SMA , memiliki staf pelajar yang profesional, memberikan dan mempublikasikan sekolah gratis ,mengajak dan menyadarkan betapa pentingnya pendidikan tidak berkemungkinan indonesia akan menjadi lebih baik . Oleh karna itu pendidikan sangat penting dalam pembangunan.
Langganan:
Postingan (Atom)






